kapan antum nikah….? tunggu apa lagi…?


itulah pertanyaan yang sering ditujukan kepada anak2 muda… bahkan tak kalah menariknya ditujukan kepada para aktivis islam..

Nikah adalah akad yang terjadi antara seorang lelaki dengan seorang wanita yang menjadikan mereka berdua halal untuk melakukan hubungan suami-isteri, yang sebelumnya dilarang. Sehingga pernikahan merupaka sarana efektif untuk menanggulangi berbagai perbuatan dosa dan nista yang terjadi di antara lelaki perempuan yang hari ini banyak merajalela di tengah ummat manusia.

Disyari’atkannya menikah dan hukum menikah

Nikah merupakan amalan yang disyari’atkan dalam ajaran Islam. Sebagaimana disampaikan dalam firman Allah:
فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
Maka nikahilah wanita wanita lainya yang kalian senangi dua, tiga atau empat. Kemudian apabila kalian takut tidak dapat berlaku adil, maka cukup seorang wanita saja atau budak budak yang kalian miliki.

(QS. An-Nisa: 3)

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ
Dan nikahkanlah orang orang yang sendirian di antara kalian serta orang orang yang layak menikah dari hamba hamba sahaya lelaki dan hamba hamba sahaya perempuan yang kalian miliki.
(QS. An-Nur: 32)
Sedangkan Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ
Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu serta berkeinginan untuk menikah, maka hendaklah dia menikah karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan.
(Muttafaqun ‘alaihi).

Hukum menikah yang sebelumnya adalah anjuran, berubah menjadi wajib bagi orang orang yang mampu menikah sedangkan dia khawatir dirinya tidak mampu menjaga diri dari perbuatan nista dan perzinahan. Menikah juga dapat menjadi sunnah apabila seseorang yang mampu menikah sedangkan dia tidak khawatir dirinya terjerumus dalam lumpur kenistaan dan perzinahan.

Anjuran untuk menikah

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu , dia berkata: Ada tiga orang yang datang ke rumah isteri isteri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya tentang ibadah yang dilakukan oleh Rasul. Ketika diberitahukan kepada mereka, seolah olah mereka (selama ini adalah orang yang) membanggakan ibadah masing masing. Seraya berucap: Dibandingkan dengan ibadah beliau (rasul) maka di manakah posisi ibadah kita? Sedangkan Rasul adalah orang yang telah diampuni dosa-dosa yang akan datang dan yang telah lalu.” Salah seorang di antara mereka kemudian berkata: “Aku akan senantiasa melakukan sholat malam dan tidak akan tidur.” Yang seorang lagi berkata: “Aku akan selalu berpuasa sepanjang hari dan tidak akan berbuka.” Yang lain berkata: “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.” Kemudian datanglah Rasulullah dan bersabda: “Apakah kalian orang yang mengatakan begini dan begitu. Ketahuilah sesungguhnya aku adalah orang yagn paling takut dan taqwa kepada Allah dari pada kalian, akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku kerjakan sholat lail dan tidur serta menikahi wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku, maka dia bukan golonganku.” (HR. Al Bukhary)
Pernikahan merupakan ibadah yang menjadi sarana seorang muslim untuk menyempurnakan setengah dari agamanya. Serta dengan pernikahan ini, dia dapat menemui Allah dalam keadaan bersih dan suci (dari perbuatan zina dan nista).

Sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits:

من رزقه الله امرأة صاالحة فقدأعانه على شرط دينه فليتق الله في الشرط الباقي
Barangsiapa yang dilimpahi rezeki oleh Allah berupa seorang isteri yang shalihah, maka Allah telah membantunya untuk menyempurnakan setengah dari agamanya. Untuk itu, hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dalam setengah yang lain dari agamanya.
(HR. Ath-Thabrany dan al-Hakim)

Hikmah pernikahan
1. Pernikahan merupakan usaha untuk mempertahankan kedudukan manusia
Dan termasuk dari awal penciptaan yang tidak mungkin dibantah adalah sesungguhnya pernikahan merupakan jalan yang berguna untuk memperbanyak garis keturunan manusia. Dan merupakan faktor pokok dalam usaha melanjutkan keberadaan Bani Adam serta mempertahankan keberadaan mereka, sehingga Allah mewariskan bumi dan seluruh apa yang ada di permukaan bumi itu.(QS. An-Nisa: 1 dan QS. An-Nahl: 72)
2. Pernikahan berguna untuk menjaga nasab
Dengan pernikahan yang telah disyari’ahkan Allah, anak keturunan manusia dapat merasa bangga dengan nasab yang dimiliki oleh bapak bapak mereka. Karena dalam nasab itu terdapat pelajaran akan hakikat keluarga dan dirinya, kemuliaan manusia, dan kebahagiaan jiwa…Dan kalaulah pernikahan itu tidak terbentuk, pastilah keadaan itu menyusahkan masyarakat secara umum. Tidak ada kemuliaan bagi mereka dan tidak ada pula nasab
3. Terwujudnya keselamatan masyarakat umum dari kehancuran dan luluh lantak jenisnya
Dengan pernikahan, maka manusia dapat diselamatkan dari kehancuran spesiesnya, dan menyelamatkan pribadi pribadi dari kerusakan secara umum…Sebab, syahwat kecenderungan kepada lawan jenis disalurkan dengan pernikahan resmi dan hubungan yang halal…Sesungguhnya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hikmah pernikahan ini dan hubungannya dengan keberlangsungan jenis manusia. Ketika beliau bersabda di hadapan kaum muda: Rasul menyeru mereka untuk melaksanakan pernikahan:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ..رواه الجماعة.
Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian ada yang telah ba’ah (mampu untuk menikah) maka hendaklah dia menikah. Karena hal itu lebih mampu untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan…
(HR. al-Jama’ah)
4. Pernikahan merupakan lembaga kerjasama antara sepasang suami isteri untuk mengokohkan keluarga dan mendidik anak keturunannya.
Dengan lembaga pernikahan, sepasang suami isteri dapat saling bekerjasama dalam usaha memperkuat kedudukan rumah tangga dan mendidik anak keturunan mereka, dan juga untuk menyelesaikan berbagai beban kehidupan…Itu dapat terwujud dimana satu pihak menyempurnakan kekurangan pihak yang lain: sehingga seorang wanita bekerja dengan kekhususan yang dimiliki dan apa yang terkait dengan tabi’at serta sifat kewanitaannya…Dan itu berlangsung selama proses menyempurnakan dan memuliakan pengaturan keluarga, menegakkan kewajiban pendidikan anak….Sedangkan pihak lelaki, maka dia pun bekerja sesuai dengan kemampuan dan keistimewaannya, serta beramal terkait dengan tabi’at dan sifat kelelakiannya…Itu semua merupakan amal usaha untuk menjamim kehidupan orang-orang yang menjadi tanggunan yang ada di belakang punggungnya serta menegakkan berbagai amal yang sukar
5. Pernikahan menyelamatkan masyarakat dari berbagai penyakit:
Dengan syari’ah pernikahan maka masyarakat secara umum dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang terjadi di tengah tengah mereka. Yang menyebar dari akibat buruk perzinahan dan perbuatan keji lainnya…Dan termasuk dari penyakit penyakit itu adalah: sepilis, penyakit kencing nanah dan lain lain yang termasuk penyakit yang membahayakan…Itu semua mewariskan derita, melemahkan badan, membuat anak keturunan cacat dan menyebarkan wabah penyakit.
6. Pernikahan menghasilkan tentramnya ruh dan jiwa:
Dengan pernikahan ini, ikatan cinta dan kasih sayang antara sepasang suami isteri semakin berkembang, sehingga satu pihak mendapatkan ketentraman dan ketenangan dari yang lain. Setiap masing masing pihak mendapatkan kebahagiaan ketika berada di bawah perlindungan dan bantuan yang lain.
Sehingga ketika suami telah selesai berkerja, dan kembali pulang ke rumah pada sore hari, berkumpul bersama dengan keluarga dan anak keturunannya…Maka terlupakanlah rasa sedih yang telah menerpanya di siang hari. Dan hilang dengan sendirinya rasa lelah yang timbul akibat bekerja keras, serta hilanglah beban yang selama ini dirasakan selama beramal untuk mencukupi orang orang yang menjadi tanggungannya. Demikian pula wanita…

Celaan terhadap orang yang hidup membujang
Diriwayatkan dari Abu Ya’la dan ath-Thabrany dari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam: beliau bersabda:

شراركم عزابكم و أراذل موتاكم عزابكم.
Seburuk buruk orang di antara kalian adalah para bujangan, dan kematian yang paling hina bagi kalian adalah matinya orang yang hidup membujang.

Apabila Islam telah mensyari’ahkan pernikahan dan meminta ummatnya untuk melaksanakan ajaran ini, serta mendorong mereka untuk menetapinya, maka tidak diperbolehkan bagi setiap muslim, bahkan diharamkan bagi mereka menjauhkan diri dari pernikahan dan menghalangi diri dari pernikahan. Meskipun itu dengan dilandasi niat menyendiri demi menekuni ibadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada Nya. Apalagi bagi orang orang yang mampu melaksanakan pernikahan sedangkan semua sarana dan jalan untuk melaksankaan pernikahan mudah baginya…Hal itu disebabkan karena syari’ah Islam sangat membenci dan memerangi tanpa kompromi setiap bentuk panggilan yang mengajak manusia untuk hidup selibat, yang merupakan ajaran yang dibenci dalam Islam. Islam juga tidak memperkenankan seseorang hidup membujang. Hal itu disebabkan karena bertentangan dengan fitrah manusia dan berlawanan dengan kecenderungan serta tabi’at manusia normal.
Dan telah diriwayatkan dari al-Baihaqy dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata:
Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kita ajaran Ruhbaniyyah (hidup selibat) dengan ajaran yang hanif dan mengikat (yaitu pernikahan-pent).
Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من كان موسرا لأن ينكح ثم لم ينكح فليس مني.
Barangsiapa yang dimudahkan untuk menikah kemudian dia tidak menikah, maka dia bukan golonganku.
(HR. ath-Thabrany dan al-Baihaqy)

bagi yang belum menikah..semoga dimudahkan rizekinya.. dimudahkan urusanya dan dipertemukan dengan jodoh yang terbaik menurut Alloh…..
bagi yang sudah menikah..semoga ditambahkan rizekinya… keturunan yang sholih-sholihah..

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

Wahai Tuhan kami! Karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang memelihara dirinya (dari kejahatan)
Wallaahu a’lam bish showaaab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s