DENGAN KETAATAN PERTOLONGAN ALLOH PASTI DATANG


Kita sebagai umat Islam wajib hukumnya memahami, meyakini dalam hati, kemudian mengucapkan dengan lisan kalimat syahadat. Makna syahadat adalah mentauhidkan Allah dan mengakui bahwa Muhammad adalah utusan-Nya. Kedua makna ini mempunyai korelasi terhadap syarat diterimanya amal seseorang yaitu Ikhlas karena Allah semata dan sesuai tuntunan Rosululloh. Artinya, barang siapa melakukan suatu amal, sekalipun ikhlas karena Allah, tapi jika tidak ada tuntunan dari Rosululloh maka dapat dipastikan amal itu sia-sia (bagai debu yang beterbangan), bahkan malah bisa membuat kita menjadi dosa, begitu juga sebaliknya.

 

Sebagian besar orang mempunyai prasangka dan keyakinan, bahwa syahadat adalah kunci surga, sehingga seseorang yang telah mengucapkan kalimat syahadat, maka dia akan masuk surga…?, memang benar, bahkan Rosululloh pun telah mengabarkannya. Akan tetapi, wahai saudaraku, kunci itu harus ada geriginya, dan gerigi itu harus sesuai dengan pola gerigi lubangnya. Gerigi itulah yang selajutnya di istilahkan dengan kalimat “ Tiada Illah selain Allah “ dan pola gerigih itu di istilahkan dengan kalimat “ Muhammad utusan Alloh “.

Kalimat, “ Tiada Illah selain Allah “ mengadung konsekuensi bagi kita untuk senantiasa mentauhidkan-Nya, yaitu mengakui sepenuh hati bahwa segala sesuatu adalah ciptaan Allah, segala ibadah ditujukan hanya untuk-Nya semata dan hanya menyebut nama-nama Alloh sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan demikian tidak boleh kita menjadikan makhluk selain Alloh sebagai sesembahan atau tandingan-tandingan untuk-Nya (Thoghut).

 

Thoghut adalah segala sesuatu yang dapat melalaikan diri kita pada mengingat Alloh.

 

Sedang Kalimat “ Muhammad utusan Alloh “, mengandung konsekuensi bahwa kita hanya boleh melakukan segala sesuatu didunia ini sebagaimana yang telah dicontohkan Rosululloh, terutama dalam hal ibadah ( sholat, puasa, do’a, sembelihan, dsb ), sedang dalam hal mu’amalah ( jual-beli, pertanian, dsb ) maka kita boleh mengembangkan dengan cara kita sendiri, tanpa mengabaikan aturan-aturan syar’I yang telah dicontohkan oleh para ulama’ salaf. Dengan demikIan barang siapa melakukan amal yang tidak sesuai dengan tuntunan Rosululloh atau mengada-adakan sesuatu yang baru, maka sama halnya mereka ini menuduh Rosululloh dusta ( ada sesuatu yang disembunyikan / belum disampaikan semua ), padahal Alloh sudah menyempurnakan dien ini dengan segala panduannya ( Al-Qur’an dan sunnah ). Bahkan Rosululloh menjanjikan, tidak akan tersesat orang yang menggit dengan gerahamnya dan tidak melepaskannya sampai akhir hayat pada kedua perkara itu.

 

Lalu apa kaitannya itu semua dengan pertolongan Alloh?? Kaitannya sangat erat, karena sejauh mana ketaatan dan keyakinan kita dalam beramal untuk Alloh Ta’ala, maka sebesar itu pula pertolongan dan perlindungan Alloh akan menaungi kita. Karena memang tak mudah menjaga niat agar tetap lurus kepada Alloh Ta’ala, baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan susah.

 

Berikut saya akan memberikan contoh betapa dahsyatnya pertolongan Alloh kepada seorang hamba yang benar-benar menjaga kemurnian niat dan amalnya. Kisah ini saya ambil dari buku Tarbiyah Jihadiyah Jilid 12 karya Dr. Abdullah Azzam ( edisi terjemah ). Syaikh Abdullah Azzam berkata, Nashruddin Manshur menuturkan sebuah kisah padaku, “ Ghul Muhammad adalah seorang pemuda Mujahid. Suatu malam ia hendak kembali ke batalyon pasukannya, namun tersesat jalan, dan tak disangka dia justru masuk wilayah markas tentara Rusia. Tentu saja ia lalu ditangkap dan diinterogasi…salah seorang perwira Rusia menanyainya, “Sebelum kami membunuhmu saya hendak menanyakan kepadamu satu pertanyaan, ‘Bagaimana peluru-peluru senjata kalian terkadang membakar tank-tank kami?’”

 

Berkata pemuda itu dalam hati, “Saya pasti akan mati, maka lebih baik saya buat mereka ketakutan. Katanya kemudian, “Bukan hanya peluru-peluru kami saja yang bisa menembus tank, bahkan andai kata kami melempar batu pun, niscaya ia akan mampu menembus tank”.

Perwira Rusia itu penasaran, lalu ia berkata, “Itu tank, sekarang ambilah batu dan lemparkan ke arah tank itu agar aku melihat bagaimana batu itu menembus dan membakar tank !”.

“Biarkan saya mengerjakan sholat dua rekaat dulu”, pinta pemuda itu.

 

Setelah diperbolehkan, maka Ghul Muhammad segera mengerjakan sholat. Pada saat sujud dia berdo’a, “Wahai Tuhanku…janganlah engkau membuka aibku, Engkau tahu batu-batu itu tak akan berbuat apa-apa”. Demikianlah, lama dia berdo’a dan sesudah selesai sholat, didatangkan padanya sebuah tank. Kemudian Ghul Muhammad mengambil segenggam batu kerikil dan dilemparkan kearah tank tersebut, mendadak tank tersebut menyala dan terbakar. Menyaksikan kejadian tersebut, perwira Rusia tadi segera memerintahkan anak buahnya untuk menjauhkan tank-tank yang lain agar tidak ikut terbakar. Lalu dia mengembalikan senjata Ghul Muhammad dan berkata, “Ambilah dan pergi, kami tidak ingin membunuhmu “. Subhanallah betapa dahsyat pertolongan Alloh.

 

Demikianlah kisah ini, semoga menjadi motifasi bagi kita untuk senantiasa memperbaikai niat, amal dan ketaatan kita kepada Alloh. Kita mesti tanamkan keyakinan sedalam-dalamnya bahwa Alloh tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang taat dalam memegang prinsip syari’at-Nya. Jika kesukaran atau kesulitan menghimpit kita dalam memegang syari’at Alloh, maka yakinlah pertolongan Alloh telah dekat, pertolongan yang Maha Dahsyat.  

 

Wallahu a’lam Bishowab.

Kalibata, 31 Juli 2012.

M. Sirais Rosyid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s