Mendidik Anak ala Rasulullah ShalaLLahu’alaihi wasallam


Picture1

Beberapa waktu yang lalu diminta ngisi kajian umum,, permintaannya mendadak banget [kajiannya ba’da maghrib, permintaannya 15 menit sebelum adzan maghrib], akhirnya kutemukan sebuah materi yang sebenarnya berat untuk ku sampaikan [maklum baru bisa sekedar teori..mudah2an segera terealisi utk menggenapkan separuh dien.. aamiiin😀 ] dan akhirnya jg aku sampaikan di 3 tempat yang berbeda.. semoga tidak tergolong dalam firman Allah يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ. كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ.

Aku mulai dengan menampilkan beberapa fakta yang ada di sekitar kita tentang pergaulan bebas dikalangan remaja, tantangan zaman yang begitu mengerikan… mulai dari Pornografi, pornoaksi yang menghantui rumah kita [baik melalui media cetak maupun elektronik], Kecanduan Games yang menghancurkan semangat belajar dan konsentrasi, Kekerasan di sekolah  menghancurkan mental dan kepribadian, Ideologi & agama yang membahayakan aqidah [muncul berbagai aliran sesat yang rata2 objeknya remaja], Narkoba,dll belum lagi sebagian orang tua yang lebih mengedepankan kecerdasan akademik daripada penguatan aqidah.. misalnya, banyak orang tua yang malu ketika nilai ulangan matematika anaknya jelek, sementara  merasa tidak malu ketika anak usia smp belum bia membaca Al Qur’an,, atau orang tua yang ketika anaknya tidak berangkat les bahasa inggris, akan marah besar, sementara ketika anaknya tidak berangkat TPA dibiarkan begitu saja..

Cukupkah membekali anak hanya dengan kecerdasan akademis untuk bisa menghadapi semua tantangan zaman itu…..????????

Salah seorang ulama besar “Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan “Betapa banyak orang yang menyengsarakan anaknya, buah hatinya di dunia dan akhirat karena ia tidak memperhatikannya, tidak mendidiknya dan memfasilitasi syahwat (keinginannya), sementara dia mengira telah memuliakannya padahal dia telah merendahkannya. Dia juga mengira telah menyayanginya padahal dia telah mendzaliminya. Maka hilanglah bagiannya pada anak itu di dunia dan akhirat. Jika Anda amati kerusakan pada anak-anak, penyebab utamanya adalah ayah. (Tuhfatul maudud 1/242)

so.. bekali anak2 kita dg : 
–> Karakter atau sikap mental yang kokoh: kemampuan menyelesaikan masalah, percaya diri, tidak mudah putus asa, mau bekerjasama, kreatif, berkomunikasi dengan baik,dll
–> Kecerdasan emosi
–> yang paling penting : KeIMANan yang kuat dan AQIDAH yang benar

–> Karakter dan Life skill dibangun melalui interaksi bersama anak setiap hari.mari melihat bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam berinteraksi dengan anak…

karena Semua anak-anak yang dididik oleh Nabi mampu mengukir kebesaran.. sebagai contoh :

1.  Abdullah bin Zubair

  • 2 H – 73 H, bayi muhajirin yang pertama lahir.
  • Nabi langsung yang mentahniknya.
  • Salah ulama abadilah (4 abdullah)
  • Ibadah dan fisiknya sangat kuat
  • Akhirnya: Dilantik menjadi khalifah tahun 64, wilayahnya: Hijaz, Yaman, Mesir, Irak, Khurasan, sebagian besar Syam
2.  Abdullah bin Abbas
  • 10 kenabian – 68 H
  • Sepupu Nabi ini didoakan oleh Nabi agar mempunyai ilmu fikih dan tafsir
  • Meriwayatkan 1660 hadits dari Nabi, pakar utama fikih dan tafsir
  • Umar menyebutnya sebagai remaja yang tua karena ilmunya
  • Umar memanggilnya untuk masalah-masalah berat bersama para shahabat senior
  • Menyadarkan 20 ribu khawarij dalam satu majlis
  • Menjadi Gubernur Bashrah pada zaman kekhilafahan Ali

3. Abdullah bin Amr bin Ash

  • Lahir tahun 7 kenabian, nabi wafat usianya baru 17 tahun
  • Mampu membaca dan menulis (masa itu sangat langka)
  • Menulis hadits di zaman nabi
  • Hapal qur’an 30 juz
  • Mengkhatamkan al-Qur’an setiap malam (memanfaatkan tenaga mudanya)
  • Ikut menaklukkan mesir dengan ayahnya dan menggunakan 2 pedang sekaligus dalam perang
  • Perintis ilmu di mesir dengan mengajar hadits di masjid amr bin ash di fustat
  • Meninggal di mesir tahun 65 H

4. Abdullah bin Umar

  • 2 kenabian – 73 H, dengan umur 84 tahun
  • Meriwayatkan 2630 hadits dari Nabi
  • Sangat dermawan; budaknya nafi’ ditawar 10 ribu dinar tetapi malah dibebaskan
  • Ahli ilmu dan zuhud; tidak makan kecuali pasti ada anak yatim bersamanya
  • Diberi jabatan qodhi (hakim) oleh Utsman tetapi tidak mau
  • Dipaksa menjadi Gubernur di syam (karena masyarakat syam sangat mengaguminya) oleh Ali, juga tidak mau hingga akhirnya ia lari ke mekah
  • Marwan bin hakam kembali menginginkan dia menjadi Gubernur di syam, tetap menolak
5. Anas bin Malik
  • Anak kelahiran Madinah, mulai membantu nabi umur 10 tahun selama 10 tahun.
  • Didoakan Nabi 4 hal: Panjang umur, banyak anak, banyak harta, masuk surga
  • Meninggal tahun 93 H dan umurnya 103
  • Anak berjumlah  lebih dari 100.. 
  • Kaya raya, dia meninggal di istananya di dekat kota Bashrah
  • Anas adalah pemanah jitu

6. Abdullah bin Ja’far

  • Bayi keluarga muslim pertama yang lahir di habasyah, 4 kenabian – 80 H, umurnya 90 tahun
  • Salah satu panglima perang di masa Ali
  • Pemurah ketika mendapat harta sangat banyak dari Yazid bin Muawiyah; tidak ada yang dibawa pulang
  • Zubair pernah punya utang kepadanya 1 juta dirham dan dia rela untuk tidak dibayar
  • Ada yang memujinya dengan syair, kemudian dia beri unta, kuda, baju-baju, dinar dan dirham

7. Usamah bin Zaid

  • Rasul wafat, umurnya baru 18 tahun
  • Meninggal tahun 54 H
  • Hibbi Rasulillah (kecintaan Rasulullah): Siapa yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka cintailah Usamah
  • Menjadi panglima pada usia 18 tahun melawan tentara Romawi dan menang

begitu juga, zaman setelahnya, banyak penghapal al-Qur’an di Usia dini :

  • Imam Syafi’i (150 H-204H) . Hafal Al-Quran ketika usia 7 tahun.
  • Imam Ath-Thabari ( 224 H – 310 H),  ahli tafsir . Hafal Al-Quran usia 7 tahun . Usia 8 tahun menjadi imam shalat. Menulis hadits usia 9 tahun.
  • Ibnu Qudamah ( 541 H – 620 H). Hafal Al-Quran usia 10 tahun.
  • Jamaluddin al-Mizzi (w: 742 H), hapal al-Qur’an saat kecil
  • Imam Nawawi. Hafal Al-Quran sebelum baligh.
  • Imam Ahmad bin Hambal . Hafal Al-Quran sejak kecil.
  • Ibnu Khaldun ( 732 H- 808 H). Hafal Al-Quran usia 7 tahun.
  • As-Suyuthi (w: 911 H), hapal al-Qur’an sebelum umur 8 tahun, umur 15 tahun hapal kitab al-Umdah, Minhaj al-Fiqh wa al-Ushul, Alfiyah Ibn Malik.
  • Umar bin Abdul Aziz hapal al-Qur’an saat masih kecil
  • Ibnu Hajar al-Atsqalani (w: 852 H) hapal al-Qur’an usia 9 tahun

bagaimana dengan zaman ini?

berikut kita cantumkan foto anak kecil yang menjadi imam shalat :

imam

video shalatnya bisa di download disini dan masih banyak anak2 zaman ini yang di usia dini sudah hafal Al Qur’an..

mari belajar dari Rasulullah ShalaLLahu’alaihi wasallam dalam mendidik anak :

1. Memperhatikan tahapan perkembangan anak dalam mendidik

“perintahkan anakmu untuk melaksanakan sholat di saat mereka berusia 7 tahun dan pukullah mereka karena sholat-yakni tidak mengerjakannya-di saat mereka telah berusia 10 tahun”
Fase perkembangan anak :
  • Lahir-1 tahun : masa membangun kepercayaan
  • 2-3 tahun : masa membangun kemandirian
  • 4-5 tahun : masa membangun inisiatif. Aktif dan tegas dalam mengeksplorasi dunia melalui imajinasi dan pengalaman
  • 6-12 tahun : masa untuk berkarya tunjukan prestasi. Mengembangkan bakat dan kemampuan;mencapai kompetensi.
  • Umur 12-18 tahun : Masa mengembangkan identitas, menerima diri sendiri, dan mandiri

2. Membangun hubungan yang erat dengan anak melalui bermain

Rasulullah bersabda,“barang siapa memiliki anak, hendaknya ia bermain dengannya layaknya anak”

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menjulurkan lidahnya kepada husain.Husain melihat merahnya lidahnya dan iapun tersenyum riang karenanya.Diriwayatkan dari jabir, ia berkata,”aku menemui Rasulullah SAW&beliau sedang berjalan dengan 4 kakinya,dan diatas punggungnya ada hasan dan husain.beliau lalu berkata.”sebaik-baik onta adalah onta kalian berdua dan sebaik-baik penunggang adalah kalian berdua”

3. Membangun kemampuan berpikir anak
masih ingat kan kisah anak muda yang minta ijin berzina kepada rasul. Cara rasul menanggapinya membantu anak remaja itu menggunakan pikirannya untuk mengambil keputusan atas dirinya.
Penting bagi anak memiliki kemampuan menyelesaikan masalahnya sendiri karena sepanjang hidupnya akan selalu menghadapi permasalahan dan pilihan hidup
4. Berinteraksilah dengan lembut kepada anak
Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda,”sesungguhnya,sikap lembut tidak ada pada sesuatu kecuali pasti membuatnya indah dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali pasti mengeruhkannya”
Perlakuan kasar kepada anak hanya akan membuat anak bertambah membangkang atau bahkan membenci orangtuanya.Karenanya bersikaplah lemah lembut namun tetap tegas kepada anak.
5. Pujilah anak untuk memotivasinya
Rasulullah memotivasi Abdullah bin umar di saat Abdullah masih kecil dengan ucapan beliau,”sebaik-baik lelaki adalah Abdullah bila ia sholat di malam hari. Setelah mendengar ucapan Rasulullah tersebut, Abdullah tidak tidur malam kecuali sedikit.
Pujian yang baik hendaknya ditujukan kepada perilakunya dan bukan sekedar memuji orangnya.
6. Menghindari banyak mencaci dan mencela anak
Anas Bin Malik mengungkapkan,”aku telah melayani Rasulullah selama sepuluh tahun dan beliau tidak pernah mengatakan hal buruk kepadaku atau mengatakan kepadaku,”mengapa kau lakukan ini,”atau”mengapa tidak lakukan ini?”
7. Keteladanan (bimbingan melalui perilaku langsung dihadapan anak)
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam melewati seorang anak kecil yang sedang menguliti kambing.Beliau lalu berkata kepadanya,”menepilah!aku akan memperlihatkan caranya padamu.”beliau lalu memasukkan tangannya antara kulit dan darah lalu melepaskan kulitnya dari arah tersebut sehingga keketiaknya.

MARI MEMBUAT SEJARAH PENGASUHAN yang BAIK untuk ANAK2 KITA…

 Rabbi Hablii minas Shalihiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s